Pemerintah Biayai Pengobatan Korban Ambruk Ponpes Sidoarjo
3 mins read

Pemerintah Biayai Pengobatan Korban Ambruk Ponpes Sidoarjo

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, menghadapi situasi yang kritis setelah ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Musibah ini terjadi pada Senin, 29 September, saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjemaah di dalam gedung tiga lantai tersebut.

Pemerintah berkomitmen memberikan bantuan bagi seluruh korban yang terlibat dalam insiden yang mengguncang masyarakat tersebut. Gus Ipul menegaskan bahwa langkah awal akan difokuskan pada evakuasi dan penyelamatan, diikuti dengan dukungan medis dan santunan bagi keluarga korban.

Pemerintah Siap Berikan Bantuan Medis dan Santunan Korban

Gus Ipul memastikan bahwa semua korban, baik yang mengalami luka ringan, sedang, maupun berat, akan mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah. Dalam kunjungan di lokasi kejadian pada Rabu, 1 Oktober, ia menyampaikan, “Dijamin lah, kita akan berkolaborasi dengan provinsi dan kabupaten/kota, kita akan dukung sampai tuntas pengobatannya.”

Menurutnya, pemerintah juga akan memberikan santunan sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota mereka. Ia menjelaskan bahwa ada indeks indeks yang akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan besaran santunan tersebut.

Gus Ipul berharap dengan hadirnya bantuan dari pemerintah, proses pemulihan bagi para korban dapat segera dimulai. “Yang meninggal dunia pun juga diberikan santunan,” ungkapnya, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi sulit ini.

Proses Evakuasi dan Penyelamatan yang Berlanjut

Sampai berita ini diturunkan, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari lokasi ambruknya gedung. Di tengah situasi darurat, Gus Ipul mengungkapkan harapannya agar masih banyak korban yang dapat diselamatkan oleh petugas yang sedang bekerja. “Tapi, hari ini yang lebih besar adalah evakuasi,” katanya saat meninjau lokasi tersebut.

Pada tanggal 1 Oktober malam, tercatat 104 orang dari total korban telah dievakuasi, di mana lima di antaranya telah meninggal dunia. Gus Ipul mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan hati-hati dalam melakukan proses evakuasi.

Dalam situasi yang mendesak ini, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan penuh kepada para santri dan keluarga mereka. Proses penanganan darurat tetap menjadi prioritas utama untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

Rincian Kejadian Tragis yang Menimpa Santri

Kejadian ambruknya gedung terjadi di saat Pondok Pesantren Al Khoziny masih dalam tahap pembangunan, yang tentu menjadi perhatian tersendiri. Sekitar ratusan santri dan jamaah terjebak dalam insiden ini, menimbulkan suasana panik dan ketidakpastian saat kejadian berlangsung.

Pihak kepolisian dan tim SAR masih melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap korban yang tertimbun. Dalam keadaan ini, kepanikan yang melanda santri dan jamaah menjadi pengalaman traumatis yang mendalam.

Gus Ipul menegaskan bahwa akan ada evaluasi lebih lanjut mengenai keamanan dan struktur bangunan pesantren. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang, serta menjamin keselamatan semua santri yang bernaung di bawah pondok tersebut.

Pentingnya Kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat

Di tengah tragedi ini, Gus Ipul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam memberikan dukungan bagi para korban. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memfasilitasi pemulihan dan bantuan bagi yang terdampak.

Ia juga mengharapkan adanya kontribusi dari berbagai pihak dalam bentuk material dan spiritual untuk mempercepat proses rehabilitasi. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya mengajak semua pihak untuk terlibat.

Dengan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak, diharapkan para korban yang mengalami luka dapat segera pulih dan keluarga yang berduka mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan hidup. Kesadaran akan pentingnya kerja sama dalam situasi seperti ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah.