Longsor 120 Meter di Tebing Ngarai Sianok Agam, Tidak Ada Korban Jiwa
2 mins read

Longsor 120 Meter di Tebing Ngarai Sianok Agam, Tidak Ada Korban Jiwa

Longsor kembali terjadi di kawasan Tebing Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kejadian ini mengakibatkan longsoran setinggi 120 meter dengan lebar mencapai 15 meter, akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Walaupun kondisi cuaca yang buruk memicu bencana alam ini, beruntung tidak ada korban jiwa dilaporkan. Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, menjelaskan bahwa kejadian puncak longsor terjadi pada Kamis (1/1) dan dengan cepat dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

Menurut Dasman, hujan deras yang berlangsung lama menjadi faktor pemicu terjadinya longsor. Dia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana ini mengingat daerah tersebut rentan terhadap pergerakan tanah.

Ciri-Ciri dan Penyebab Terjadinya Longsor di Ngarai Sianok

Ngarai Sianok dikenal karena keindahan alamnya, namun juga membawa risiko bencana alam seperti longsor. Penyebab utamanya adalah curah hujan yang tinggi, yang membuat tanah di sekitar lereng menjadi tidak stabil.

Saat tanah kehilangan daya dukungnya, maka longsor pun bisa terjadi dengan cepat. Situasi ini diperburuk oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan baru untuk pertanian, yang memungkinkan tanah menjadi semakin rapuh.

Lokasi longsor yang terjadi dekat dengan pemukiman warga menjadi perhatian penting. Masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani perlu waspada terhadap ancaman ini agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.

Langkah-Langkah Antisipasi dan Penanganan Longsor

Pemerintah desa setempat sudah mengambil langkah proaktif dengan melaporkan bencana ini kepada BPBD Agam. Mereka juga rutin melakukan monitoring di sekitar area rawan bencana untuk menilai potensi longsor ke depan.

Koordinasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Desa juga menghimbau kepada penduduk untuk tidak mendekati bibir ngarai saat hujan, terutama di area yang baru saja mengalami longsor.

Selain itu, edukasi bagi masyarakat mengenai tanda-tanda terjadinya longsor sangat vital. Masyarakat diharapkan untuk mengenal gejala awal seperti retakan di tanah atau perubahan warna tanah yang menandakan pergerakan.

Dampak Jangka Panjang dari Longsor terhadap Masyarakat

Meski saat ini tidak ada korban jiwa, dampak jangka panjang dari longsor bisa sangat merugikan. Sawah-sawah warga yang berada di dekat tebing kerap kali terpaan longsor menyebabkan kehilangan hasil panen yang cukup signifikan.

Adanya kerusakan lahan juga dapat menyebabkan penurunan perekonomian masyarakat yang bergantung pada pertanian. Oleh karena itu, perhatian dari pemerintah dalam rehabilitasi lahan juga harus menjadi prioritas.

Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pemulihan serta program-program mitigasi bencana agar mereka memiliki kesadaran dan pengetahuan lebih baik mengenai penanganan bencana.