Pelajar Indonesia di Turki Diminta Pulang dan Mengabdi oleh Menhan
3 mins read

Pelajar Indonesia di Turki Diminta Pulang dan Mengabdi oleh Menhan

Menteri Pertahanan Republik Indonesia baru-baru ini mengadakan dialog dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki, menyoroti perlunya regenerasi baru dalam bidang teknologi. Dalam pertemuan itu, beliau menjelaskan bahwa sektor publik dan BUMN sangat membutuhkan talenta muda yang mumpuni dan berintegritas untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Dialog ini menggarisbawahi kebutuhan penting akan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Dalam konteks ini, pemerintah sedang menyusun berbagai mekanisme untuk memastikan penempatan praktisi terbaik di posisi strategis secara meritokratis.

Salah satu aspek yang dijelaskan dalam pidato tersebut adalah pentingnya integritas dan mentalitas di samping kecerdasan intelektual. Lebih lanjut, Menhan menghimbau agar mahasiswa yang melanjutkan studi di luar negeri dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam pengembangan bangsa.

Pentingnya Talenta Muda untuk Pembangunan Bangsa

Dalam visi strategisnya, Menhan menegaskan bahwa generasi muda Indonesia perlu membangun karier mereka secara bertahap. Mereka harus berani menghadapi risiko dan tidak memilih jalan instan yang dapat menghambat perkembangan diri.

Beliau juga mengingatkan bahwa berdebat tentang isu-isu yang tidak relevan dapat mengalihkan perhatian dari tujuan utama, yakni membangun kapasitas diri untuk bersaing di pasar tenaga kerja. Hal ini sangat penting mengingat kompetisi global yang semakin ketat.

Menhan mengingatkan bahwa ketika bersaing di luar negeri, yang menentukan keberhasilan seseorang adalah bagaimana pihak yang menggaji menilai kinerja mereka. Sementara di dalam negeri, pemerintah menjadi penggaji, dan mereka harus bertanggung jawab kepada rakyat.

Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan

Ketua PPI Turki juga menyuarakan pentingnya integrasi lulusan pendidikan tinggi Indonesia ke dalam rencana sumber daya manusia (SDM) sektor pertahanan nasional. Menurutnya, meskipun lulusan dari luar negeri memiliki potensi yang sangat besar, banyak dari mereka yang belum terintegrasi secara sistematis ke dalam struktur SDM pertahanan.

PPI Turki menyoroti tantangan struktural dalam proses penyiapan dan penyerapan SDM berkompetensi tinggi. Mereka menekankan bahwa Indonesia harus segera melakukan langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan ini dapat berkontribusi secara efektif dalam sektor-sektor strategis.

Dalam proyeksi yang dilakukan, PPI Turki memperkirakan bahwa akan ada lonjakan jumlah lulusan terbesar pada tahun 2026 hingga 2027. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan tepat agar tidak terjadi “loss of talent” yang sangat merugikan bangsa.

Langkah-Langkah Konkrit untuk Mengatasi Tantangan

Menhan menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan mekanisme seperti clearing house dan sistem cohort untuk mendukung langkah-langkah ini. Melalui mekanisme ini, diharapkan pengisian posisi strategis dapat dilakukan dengan cara yang lebih baik dan efisien.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga kualitas dan integritas dalam penempatan SDM, memastikan bahwa individu yang ditempatkan memiliki keahlian dan moral yang diperlukan untuk tugas yang akan diemban. Hal ini menjadi tantangan besar di tengah perubahan yang cepat di bidang teknologi dan pertahanan.

Dengan demikian, penting bagi lulusan untuk memiliki kesiapan mental yang kuat dan integritas yang tinggi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang belajar di luar negeri, sangat diperlukan untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.