Pemutihan Ijazah Tahap Kelima DKI Total 6050 pada Tahun 2025
2 mins read

Pemutihan Ijazah Tahap Kelima DKI Total 6050 pada Tahun 2025

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah signifikan dalam mendorong pendidikan dengan menyerahkan pemutihan ijazah tahap kelima. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember ini dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang melaporkan adanya 6.050 ijazah yang telah diputihkan sepanjang 2025.

Program pemutihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan semua pelajar memiliki akses terhadap ijazah mereka. Ini juga menjadi momen penting bagi banyak individu yang terhambat dalam pendidikan mereka akibat masalah biaya.

Dalam pelaksanaan tahap kelima ini, sebanyak 2.753 pelajar menerima hasil pemutihan ijazah. Rincian menunjukkan bahwa 1.488 di antaranya adalah siswa dari sekolah swasta dan 1.265 berasal dari madrasah, menegaskan inklusivitas program ini.

Pentingnya Pemutihan Ijazah bagi Masyarakat

Pelaksanaan pemutihan ijazah bukan sekadar program administratif, tetapi memiliki dampak sosial yang mendalam bagi masyarakat. Banyak penerima yang, akibat berbagai kendala, tidak dapat mengambil ijazah mereka selama bertahun-tahun.

Pramono Anung menyampaikan betapa emosionalnya momen ini, ketika ia mendengar cerita dari para penerima. Salah satu yang paling mengharukan adalah seorang pria berusia 50 tahun yang ijazahnya tertahan selama 17 tahun.

Program ini telah memberi harapan baru bagi mereka yang merasa terpinggirkan dalam pendidikan. Dalam survei, beberapa penerima mengungkapkan betapa mereka merasa lebih berharga setelah mendapatkan ijazah yang sempat hilang dari tangan mereka.

Perhatian Khusus kepada Madrasah dan Sekolah Swasta

Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada sekolah negeri, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada madrasah. Dalam tahap pemutihan ijazah ini, lebih dari 1.000 ijazah dari madrasah telah diberikan, membawa kebahagiaan bagi banyak siswa.

Pramono menegaskan bahwa pendidikan harus terjangkau untuk semua, tanpa memandang latar belakang pendidikan. Dengan hadirnya program ini, diharapkan tidak ada siswa yang terhambat dalam melanjutkan pendidikan hanya karena ijazah mereka tertahan.

Pemutihan ini juga menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan, baik swasta maupun negeri. Melalui kerja sama ini, pemprov menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap pendidikan warga Jakarta.

Harapan untuk Tahap Pemutihan Selanjutnya

Melihat keberhasilan pemutihan ijazah pada tahun 2025, Pramono berharap agar program serupa dapat dilaksanakan kembali pada tahun 2026 dengan setidaknya jumlah penerima yang serupa. Dia optimis program ini akan semakin meningkat dengan perhatian yang lebih intens.

“Target kami adalah agar jumlah ijazah yang diputihkan tidak jauh berbeda dari yang telah dicapai tahun ini,” katanya. Ini menunjukkan tekad pemerintah untuk secara berkelanjutan mendukung dunia pendidikan di Jakarta.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengevaluasi dan mencari cara untuk meningkatkan dampak dari program pemutihan ini. Bertujuan agar semakin banyak pelajar yang mendapatkan kesempatan yang sama.